Ni kisah nyata yang ku tulis tahun 2009. Lagi ngulik - ngulik data-data yang seambrek di laptop ku, aku menemukan file langka ku ini.. hahahah jadi pengen ketawa sendiri aku bacanya. Rasa kangen,sedih,senang,lucu semua bercampur kecika ku kembali bernostalgia dengan cerpen nyata ku ini....
Diary Chika di Dunia Barunya
Ah, Senin lagi senin lagi. Aku paling males kalau Senin datang lagi menyapaku. Bukan karena aku tidak suka nama harinya, tetapi aku tidak suka dengan mata pelajaran yang mengharuskan aku bertemu dengan Bapak yang satu itu (dia salah seorang guru ku dikelas).
“Chikaaaa…..” teriak Ovy salah seorang sahabatku. Ovy adalah teman yang kali pertama ku kenal. Awal aku kenal dia dari sebuah Hand Phone dan sejak hari itu sampai sekarang aku menjadi seorang mahasiswi, dia tetap menjadi sahabat baikku. “Chik, ntar pulang ni kita main yuk, kan dah lama ni kita gak refreshing otak. Ya sebelum UN kan mesti have fun dulu, gimana?” Tanya Ovy dengan wajah memelasnya. “iya deh, ntar kita ajak Amy, Ayu, Putri,Laila dan Nunun ya”. “Asyik… let’s go to the Sun Plaza guys”
Ups, aku lupa ngenalin diriku sendiri. Aku Chika, saat ini aku seorang mahasiswi di salah satu Universitas di Bandung. Dan disini aku merasa menjadi orang asing bagaikan sebuah bunga mawar putih yang berada disekeliling mawar merah. Tapi disini aku harus terus berjuang demi mencapai cita-cita ku yang sesungguhnya. Cita – Cita ku sesungguhnya ingin menjadi seorang sutradara terkenal atau seorang editor movie yang menghasilkan film – film yang ternama atau menjadi seorang penulis terkenal yang akhirnya tulisan ku itu menjadi sebuah film yang mendapat berbagai penghargaan (ujung – ujungnya film lagi,hehehe).
Tapi…..
“Chika, selamat ya nak. Kamu diterima di Universitas yang kemarin”, salah seorang guru kesayanganku langsung memeluk ku dengan penuh senyuman. “Em… maksud Ms apa? Aku diterima dimana?”. “Kamu keterima di xxxx Universitas Ka, jurusan Graphic Design”, jawab Ms dengan penuh semangat dan tetap memelukku erat. Aku gak tau apa yang harus aku rasakan sekarang. Apakah aku harus senang? Tapi kenapa aku tidak bisa tersenyum bahagia? Apa aku harus menangis? Tapi kenapa air mataku tidak menetes sedikitpun dipipi ku? Kenapa orang – orang disekelilingku terlihat bahagia melihat undangan panggilan masuk dari Universitas tersebut? Aku bagaikan orang bodoh yang tersesat dijalan yang sangat panjang, dan ku tak tau apa yang terjadi disepanjang jalan tersebut.
Aku berjalan keluar ruangan yang membuatku bingung tak karuan. Dan aku masih memikirkan apa yang seharusnya aku rasakan saat ini. Ketika ku berjalan menuju ruang kelas, seseorang menyadarkan ku dari tidurku yang sesaat. “ My sist, Selamat ya…” ke 5 sahabat ku berteriak dan memelukku bersamaan. Aku masih saja terdiam dan tersenyum dengan rasa kebingungan (waduh bingung terus ne). “Ka, so if u go to Bandung, it means…” Amy menghentikan kata – katanya dan wajah mereka berubah menjadi datar. Aku tau apa yang akan dikatakan sahabat manjaku yang satu ini. Aku juga merasakan hal yang sama dengan mereka. Kalau aku memilih untuk kuliah di Bandung, itu artinya aku akan jauh dari mereka. “ Gak kok My. Walaupun kita jauh, kita tetap selalu sama – sama. Dan persahabatan kita gak tergantung ama jarak antara kita satu sama lain”, kataku yang kemudian dilanjutkan dengan pelukan dari mereka yang memelukku begitu erat...(I Miss u all, hiks hiks jadi kangen mereka)
Beberapa bulan kemudian.
Tanggal 26 Juli 2009.
Hari ini mama ngadain acara syukuran sebelum aku berangkat ke bandung. Sumpah, aku sedih karena aku gak mau kuliah di universitas itu. Tapi aku gak punya pilihan lain. Kalau aku gak nerima panggilan itu aku gak akan kuliah tahun ini, karena kalau aku ikut tes SNMPTN aku udah pasti gak lulus. Di SMK ku aku gak belajar yang namanya biologi, kimia, geografi dan ekonomi, so da pasti aku gak lulus SNMPTN. Ah… ku bingung aku mesti gimana. Rasa takut terus ngantui aku.
“Ka, kami yakin kok kamu bisa dan kamu harus bisa. Disana kan kamu juga masih tetap bisa lakuin hoby mu”,hibur ayu sambil menghapus air mata dipipiku. “Tapi aku gak suka desain, dan pasti aku jadi orang terbodoh disana,” jawab ku sambil terisak. “Hei, siapa bilang kamu gak bisa,kamu pasti bisa sayang. Seorang Chika gitu loh…”, hibur Putri sambil menggelitikku. “ Udah ah,jangan nangis mulu, udah jelek makin jelek tau Ka ”, Celoteh Ami. Semua tertawa dan kemudian Nurul melempar boneka kodok kesayanganku kemuka ku dan akhirnya semua tertawa.
Ada yang belum aku ceritain. Yup tentang alasan kenapa aku gak ngambil jurusan yang ku mau. Aku tu terlahir sebagai bayi yang prematur. Ya, yang namanya prematur itu sudah pasti susah (bukan hidup ku yang susah), tapi susah dalam hal kesehatan. Aku mempunyai kondisi yang lemah. Setiap kali aku kelelahan aku pasti langsung sakit. Dan aku gak bisa kerja terlalu berat. Itu alasan mama dan papaku kenapa aku gak boleh milih jurusan Broadcasting. Aku udah nyoba buat yakinin mereka kalau aku bisa. Tapi sejak kejadian itu aku gak diizinin lagi untuk bergelut didunia impianku. Kejadian yang ku maksud itu ketika aku harus memilih tugas akhir apa yang harus aku buat untuk syarat kelulusanku di SMK, aku memilih membuat video klip lagu daerah. Alasan aku memilih itu karena aku ingin ngebuktiin ke mama papaku kalau aku bisa. Dan keinginan ku tercapai. Aku berhasil!!!! Video klip ku menjadi pilihan video klip lagu daerah terbaik oleh penguji yang menguji tugas akhir kami. Tapi semua itu sia-sia, karena setelah aku menyelesaikan pengambilan gambar sampai proses editing video tersebut aku jatuh sakit. Ya itu semakin memperkuat alasan mama tuk tidak mengizinkan aku ke dunia itu. Dan aku merasa nilai dan predikat terbaik itu hanya SIA – SIA……
13 Agustus 2009
It’s time to leave the town. Welcome to Bandung….
Hari pertama ku tiba dikota baru, suasana baru dan semua yang baru – baru deh. Wah aku deg – degan ni. Dua hari lagi aku akan bergabung kedunia baruku. Orang – orang baru dari tempat yang berbeda – beda. “Apa disini aku akan mendapatkan suasana dan teman – teman yang sama kayak aku di sekolah dulu ya?”, tanya ku dalam hati.
Prety, dia teman pertama ku disini. Kami satu kosan dan satu kampus juga. Awalnya aku ngerasa dia sombong dan gak bisa aku jadiin teman. Tapi setelah aku kenal lama dan sering bareng ma dia, aku ngerasa dia bisa jadi teman baikku. Dan It’s true, dia emang teman baru yang baik banget. Dan aku sayang ma dia sama seperti aku sayang dengan Ayu, Amy, Nurul, Ovy, Laila dan Putri.
Aku udah mulai kuliah, dan suasana disini tenang sekali, mungkin karena satu sama lain belum saling kenal. Tapi aku ngerasa semua teman – teman baruku baik. Tapi ada satu orang aneh yang selalu sadis ngeliat aku. Emmm, aku gak tau salah ku apa kedia. Tapi aku takut, tatapannya ke aku selalu aja sadis. Kenapa ya?
Senin lagi senin lagi… Sama aja kayak waktu aku disekolah dulu. Aku takut setiap kali hari senin tiba. Karena pelajarannya membingungkan ku, selain itu aku sangat takut ngeliat dosennya. Pelajaran hari itu Basic Design, dan sumpah aku kaget banget dengan materi yang diajarkan. Karena sebelumnya aku belum pernah ngedapetin materi ini di sekolah dulu. Awalnya aku berfikir buat apa sih belajar titik, kotak, dan garis yang membingungkan ini. Dan kenapa gak sama seperti pelajaranku disekolah? Kenapa tidak menggunakan software – software design? Wah semua pertanyaan satu persatu menghampiri pikiranku. Belum lagi ketika ku bertemu dengan hari Sabtu, aku kaget setengah mati. Hari Sabtu itu waktunya aku belajar Basic Drawing. Ah… rasanya aku ingin lari dari bandung karena aku sama sekali gak bisa gambar. Semua pertanyaan ku tentang ke 2 pelajaran ini terus bergilir melintasi pikiranku.
Hari pertama ketika aku mengikuti kelas Basic Drawing aku sangat bingung, karena aku diminta untuk membuat sebuah gambar yang sedang ingin ku gambar. Karena aku tidak bisa menggambar dan aku emang lagi ingin pulang aku menggambar pemandangan gunung dan jalan. Aku sangat kaget ketika….
“Andini,kamu lagi kangen dengan rumah. Kamu orangnya suka menyendiri dan kamu melihatkan wajah senang tapi hati kamu sedih”, komentar seorang pria tentang gambar yang ku buat. Pria itu adalah Pak Asep, dosen ku pada pelajaran ini. Ketika ku melihat penampilannya aku takut. Sama halnya dengan Pak Hary dosen Basic Design ku. Aku sangat kaget, kenapa Pak Asep bisa membaca tentang aku. Padahal ini hari pertama ku kenal dengannya. “Wah, dosen ini keren banget bisa membaca karakter dari gambar”,ucapku dalam hati.
Udah satu minggu aku disini dan aku masih belum begitu kenal dengan semuanya. Nama mereka aja aku belum ingat. Tapi yang paling membuatku kesal yaitu orang aneh yang selalu melihatku sadis. Namanya Choky, dia memiliki tubuh yang tinggi dan besar. Itu yang membuatku takut ketika dia sedang memperhatikanku dengan wajah sadisnya. Dan hari Sabtu pertama ku berada dikampus ini, dia mencoba untuk memulai pembicaraan dengan ku. Aku sangat kaget ketika dia menyapaku dengan senyumannya. Jelas aku jadi bingung, kenapa kemaren – kemaren dia melihat ku sadis dan hari ini dia tersenyum manis ke aku. Ada apa dengan anak ini?
Beberapa bulan kemudian…
Suasa kelas ku sudah mulai menyenangkan. Aku sudah mengenal mereka. Tapi aku belum merasakan arti persahabatan yang sesungguhnya disini. Aku Cuma merasakan kesaudaraan satu sama yang lain. Aku senang berada disini karena aku mempunyai teman – teman baru dari berbagai daerah. Serta ada kisah cinta yang menyedihkan yang ku alami disini. Aku suka ma dia, tapi aku gak boleh terus numbuhin rasa sukaku kedia. Karena itu gak mungkin. Tapi sampai sekarang aku masih bingung ma sikap dia ke aku. Dia teman cowok dikelasku yang sangat care, dan melakukan ku beda dengan teman – teman cewekku dikelas (ya mungkin Cuma akunya yg ke Gran,hehehe). Aku gak ngerti apa maksud sikap dia itu ke aku. Tapi yang pasti aku gak boleh numbuhin rasa sukaku kedia. Aku selalu menceritakan apa yang kurasa kedia kepada sahabatku Prety. Prety selalu memberiku masukan dan mendukungku untuk tidak menyimpan rasa itu. Sampai akhirnya aku memutuskan untuk menjauhinya. Dan kami terlihat bagaikan musuh, bukan maksudku untuk membuatnya menjadi musuhku tapi aku hanya tidak ingin dia membuatku salah arti tentang sikap – sikapnya ke aku. Dan sampai sekarang kecanggungan antara kami masih terjadi, dan entah sampai kapan aku maupun dia gak akan pernah tau.
Suasana belajar mengajar dikampus ku juga menyenangkan. Kekompakan kami terjalin sangat erat, dibuktikan dari kerja sama yang saling membantu ketika sedang mengerjakan tugas yang sangat banyak (tiap hari pasti ada tugas).
Bicara tentang Basic Drawing (pelajaran yang aku gak bisa,hikshiks…) aku sangat kesulitan dengan materinya. Tapi aku gak nyangka ketika aku bisa menggambar pohon perdu untuk pertama kalinya (walaupun ngulang terus,hehehe), dan disini aku baru mengetahui kalau dengan pensil aja kita bisa mengeluarkan dimensi pada sebuah gambar. Dan ini kali pertama juga bagiku menggunakan pinsil sampai 8B, hah bisa dibilang KATROK banget deh. Dan hal yang paling mengesankan untuk pertama kalinya, aku dan Tantri teman sekelasku, menggambar dipinggir jalan. Kami tidak mempedulikan tatapan orang yang terus melihat kami berdua, hanya demi mengenal sehelai daun yang berbeda – beda, kami rela menggambar dipinggir jalan dan hasilnya tidak mengecewakan. Dari menggambar daun tersebut aku bisa menggetahui bagaimana mengeluarkan dimensi dan karakter daun.
“Ah…. Tugas ku belum kelar”, itu yang selalu aku katakan hampir setiap hari, dan untuk menyelesaikannya aku harus merelakan waktu tidurku buat berduaan dengan tugas – tugasku. Tugas yang sangat membuatku keberatan (hampir seperti membawa 100 kilo karung beras,hehehe) yaitu basic drawing dan nirmana. Karena aku merasa aku sangat lemah dalam pelajaran ini. Tapi aku gak mau nyerah gitu aja, kenapa mereka bisa dan aku gak bisa. Aku selalu minder ketika melihat hasil teman – temanku yang sangat bagus. Sampai pada suatu malam aku menceritakan ketakutanku pada Ms kesayangan q. “Miss, Chika khawatir kalau Chika udah salah memilih jurusan Miss”, ucapku kecewa. “Tenang saja sayang, Miss yakin kamu pasti bisa. Kamu ingatkan pepatah mengatakan ‘bersakit – sakit dahulu bersenanga – senang kemudian, kamu tau itu kan?”, Tanya Ms pada ku. Setelah kurang lebih satu jam aku bercerita tentang apa yang aku rasakan disini kepada Ms ku itu, akhirnya aku bisa bangkit lagi dan aku harus buktikan kepada semua bahwa aku bisa.
Dan aku bisa membuktikan kepada semua terutama kepada diriku bahwa aku bisa. Tapi tidak dalam pelajaran Basic Design (hehehe). Apalagi ketika aku berkenalan dengan yang namanya cat air. Sumpah aku kebingungan. Karena ini kali pertama aku menggunakannya dan aku harus bisa mengeluarkan dimensi dengan cat air tersebut. Aku kira menggunakan cat air itu mudah tapi ternyata aku salah besar. Tapi aku senang karena dosenku tidak menjatuhkan semangatku kalau hasilku jelek, tetapi dia selalu memberiku semangat dengan tawanya ketika melihat karyaku.
Berbeda dengan pelajaran Basic Design ku, aku harus BT dan kesal dulu baru aku bisa menghasilkan karya yang dianggap dosenku cukup. Aneh ya, kenapa modul yang diterima selalu modul yang aku buat dengan rasa kesal dan ketika aku ngedumel dalam hati. Tapi dengan adanya kedua pelajaran ini aku jadi lebih paham tentang apa –apa yang harus kita perhatikan ketika kita akan membuat sesuatu. Kalau selama disekolah aku hanya membuat suatu design tanpa adanya pertimbangan, sekarang aku lebih mempertimbangkan apa yang akan aku tampilkna pada sebuah design itu sendiri. Walaupun sampai sekarang aku belum bisa sepenuhnya mengerti kedua pelajaran ini, tapi aku sangat senang dan beruntung mendapatkan ilmu baru ini.
Kalu bicara tentang teman – teman baruku, banyak banget hal dan kejadian yang menyenangkan, menyedihkan bahkan mengesalkan. Hal yang paling gak bisa aku lupa ketika aku salah paham dengan kedua orang yang udah aku anggap sebagai sahabatku. Sisil dan Mirna, mereka berdua adalah sahabat baruku. Dan aku udah sayang banget kemereka berdua. Mereka selalu bersama – sama kemanapun mereka pergi, tapi aku sangat sedih kalau melihat mereka marahan. Dan aku harus berusaha menyatukan mereka kembali dan aku selalu berhasil untuk menyelesaikan kesalahpahaman diantara mereka. Tapi suatu ketika mereka berubah. Setelah aku menyatukan mereka kembali, mereka melupakanku. Dan aku gak tau kenapa perlakuan mereka berubah total ke aku dan membuatku sakit hati. Bodohnya aku, aku selalu nangis karena aku gak bisa ngomong apa yang aku rasakan. Karena aku tipe orang yang tertutup. Mungkin benar kata orang. Ketika kita menganggap seseorang menjadi sahabat kita, belum tentu dia menganggap kita sama. Dan itu yang kualami disini. Mereka bukan sahabat sesungguhnya. Tapi bagaimana pun aku tetap sayang ma mereka.
Sudah hampir 1 tahun aku berada disini. Dan banyak banget yang aku alami. Terutama didunia baruku. Dunia yang sebenarnya tidak ingin ku masuki, tapi aku tidak boleh berhenti dan keluar begitu aja tanpa ada hasil yang aku capai.
Dunia desain,dunia yang menuntut kita harus kreatif, punya imajinasi yang tinggi dan harus terus berlatih. Dunia dimana orang – orang berlomba untuk menjadi seorang desainer yang handal dan menciptakan banyak karya yang spektakuler. Selama disini aku mulai bisa mengikuti arus yang terjadi didunia baruku ini. Sedikit demi sedikit ku mulai bisa merasakan sebuah desain, mengomentari desain yang ada dan meletakkan sesuatu dengan ketentuan yang sudah kupelajari selama ku mengenal basic design dan basic drawing. Mulai dari warna apa yang cocok kita gunakan, jenis font apa, ilustrasi apa bahkan tata letak yang enak dan menarik untuk dilihat. Walaupun aku udah masuk kedunia ini, bukan berarti aku melupakan dunia ku yang sesungguhnya yaitu keinginanku untuk bergabung kedunia broadcasting. Dunia yang selalu menjadi impianku. Dan aku berharap aku bisa mengejar impianku dari dunia baruku ini. Karena tidak satu jalan ke Roma.
Aku harus tetap semangat dan terus berkarya. Terutama ku harus mencintai dunia baruku sepenuh hati.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar