Love you so much, Pa...
Ada sosok pria yang berdiri disamping ku.
Suaranya begitu merdu dan sangat menyejukkan hati.
Azan yang dia kumandangkan ditelinga menyadarkan ku tentang siapa dia.
Ayah, Abi, Papa, Papi, Bapak dan banyak sebutan yang mengalir bergantian di tangisan ku.
Apa yang akan ku sebutkan untuk sosok pria ini? Pikirku.
Hari terus berganti dan aku menemukan sebutan itu.
Papa...
Ya, Papa....
Papa,
Pria yang selalu ada dihati ku dari dulu sampai detik ini.
Pria yang selalu tersenyum disaat hatinya menjerit.
Pria yang mencontohkan ku arti sebuah kerja keras dan berusaha.
Pria yang memberikan cinta dan sayangnya melebihi apa pun yang aku miliki.
Papa,
Pria yang tak pernah kasar kepada anak-anaknya.
Hanya dengan diamnya aku mengerti bahwa kemarahan menghampiri hatinya.
Pria yang selalu mendidik dan mengajari ku akan banyak hal.
Pria yang selalu mengajari ku tentang arti kehidupan.
Papa,
Tak pernah sedikit pun aku melihat mu menangis.
Hanya pada sholat mu kau meneteskan bening-bening indah itu,
Dan aku mengerti bahwa sesungguhnya kau juga bersedih.
Ketegaran yang kau tunjukkan membuat ku malu.
Senyum yang kau berikan membuatku rindu.
Canda dan tawa mu membuatku ingin selalu berada dipelukan mu.
Papa,
Tak akan ada yang menggantikan mu dihati ku.
Hanya kau pria yang aku sayang saat ini dan seterusnya...
Doa ku pada Dia yang memiliki cinta dan kasih yang tak terhitung,
Aku hanya meminta kepada -Nya
Hanya satu...
Aku tetap ingin melihat senyum indah mu,
Suara merdumu mengimami shalat ku,
panggilan sayang mu, pelukan dan ciuman mu dipipiku.
Hanya satu,
Aku ingin Allah memberikan umur panjang kepada mu
sampai akhir aku menutup mata dan menjadi malaikat kecil mu disana....














